Cara Membuat dan Merakit Speaker

Bahan yang dibutuhkan
Cara Membuat dan Merakit Speaker Aktif
  • Kit Power Amplifier Stereo 200Watt CT untuk Speaker aktif
  • Trafo 5 Amp
  • Kiprox
  • Elco 6800 uf/50V
  • Kabel Serabut Tunggal
  • Kabel Skerm
  • Box Speaker lengkap
  • Speaker 10 atau 12 Inc
  • Kabel Steker
  • Baut
  • Saklar On/Off
  • Audio Input dan Output panel
  • Sekring
kit speaker aktif

Alat perakitan
  • Obeng
  • Tang
  • Palu/Martil
  • Bor
  • Pinset
  • Solder dan Timah
  • Gunting
  • Lem Bakar
  • dan sesuai kebutuhan

Cara Merakitnya cukup mudah yaitu 
  • Membuat Rangkaian Power Supplay CT

power supply

    • Kemudian Hubungkan 0, -24, +24VDC ke Kit Rangkaian Speaker Aktif (biasanya sudah ada tulisannya)
    • Hubungkan out Speaker ke out panel dan yang satunya langsung ke speaker didalam box. Salah satunya dihubungkan dengan ground atau 0 dengan di solder
    •  Lalu Hubungkan Audio di rangkaian ke panel Input.


      menghubungkan kabel
      • Jika sudah selesai tinggal kita pasang kedalam box Speaker active kemudian ditutup
      • Berikut Contoh ilustrasi membuat box
      membuat box speaker aktif

      Jadi dalam pembuatannya yang terpenting adalah saat penyambungan catu daya jangan sampai salah karena akan bisa berakibat fatal.Saya juga mohon maaf jika tutorial ini kurang lengkap gambarnya, meski begitu kalau kita mau berusaha pasti berhasil. Dan jangan lupa kalau membeli kit rangkaian yang lengkap dengan tone kontrolnya, biasa untuk yang 65 watt sekitar 80 - 100 ribu. kalau 200 watt sekitar 160 - 200 ribuan. Terimakasih sudah berkunjung Lihat juga tips memilih dan membeli speaker aktif terbaik.
      speaker active

      Update
      Untuk proses panduan perakitan perbagian detailnya silahkan cari di kolom pencarian atas atau lihat pada daftar postingan terbaru mengenai amplifier.

      Sumber:
      http://www.masputz.com/2015/04/cara-membuat-dan-merakit-speaker-aktif.html

      Cara Pembuatan Pistol Revolver

      REVOLVER adalah sejenis senjata api dengan peluru yang dimasukkan ke tabung berputar. Revolver dengan kaliber .44 biasanya berisi lima hingga tujuh peluru sedangkan revolver berkaliber .22 berisi delapan hingga 10 peluru.

      Cara pengisian senjata ini dibagi menjadi dua menurut desain dan bentuk revolver. Cara pertama adalah pengisian satu per satu seperti pada revolver jenis lama misalnya colt peacekeeper. Cara kedua adalah pengisian langsung ketika silinder pengangkut peluru keluar.

      Revolver adalah senjata keluaran perusahaan milik Samuel Colt. Colt berusaha menyelamatkan masa depan perusahaan senjatanya dengan memenangi kontrak untuk menyediakan 1.000 buah revolver kaliber .44 untuk pemerintah AS.

      Revolver tersebut pertama kali dijual pada 4 Januari 1847. Sebelum Colt memulai produksi massal revolver pada 1847, pistol belum memainkan peran signifikan. Senjata laras pendek yang mahal dan tidak akurat dianggap tidak praktis walau kelompok elite masih menggunakannya.

      Kebanyakan orang Amerika pada masa itu lebih memilih senjata praktis berupa pisau, terutama pisau Bowie yang mematikan. Namun mulai berubah ketika Samuel Colt mematenkan revolvernya pada 1863.

      [URL="http://kusnadiyono.blogspot.com/2010/05/mengenal-[B][I]revolver[/I][/B]-senjata-sepanjang.html"]SUMBER[/URL]



      Cara Kerja Pistol Revolver

      Kita mungkin sudah sering melihat adegan Film aksi di Televisi, ketika seorang pembela kebenaran berjibaku mencoba mengalahkan musuhnya dengan menggunakan senjata api / Pistol. Sekali tertembak oleh sebuah peluru kecil tersebut, seseorang dapat langsung jatuh tersungkur. Nah, penasaran bukan bagaimana sih sebenarnya pistol itu bekerja ?, kebetulan sekali ada teman yang memberi tahu tentang artikel ini. Silahkan menyimak.

      Senjata Api ringan (dalam hal ini revolver) merupakan alat bantu mekanis yang berfungsi menembakkan satu atau sejumlah proyektil menuju target yang diinginkan, bekerja berdasarkan prinsip fisika dengan mengaplikasikan teori mekanika pegas. Komponen utama dari senjata api terdiri atas :

      1. Hammer atau striker. Berfungsi sebagai pemukul.
      2. Laras (barrel). Berfungsi sebagai pemandu peluru agar melesat lurus saat ditembakkan.
      3. Pelatuk. Sebagai pengontrol momen penembakan.

      Semua komponen tadi pada intinya merupakan suatu rangkaian mekanisme yang berfungsi untuk mendukung mekanisme penembakan proyektil.

      Sedangkan proyektil adalah bagian dari suatu sistem yang disebut cartridge, beroperasi dengan bantuan senjata api berdasarkan azas teori Kinematika dan Hidrodinamika gas. Konstruksi cartridge terdiri atas rangkaian :

      1. Peluru (bullet)
      Terbuat dari logam solid (biasanya Timah) yang berfungsi sebagai proyektil penghantam target.

      2. Selongsong (case/shell)
      Berfungsi sebagai induk dari keseluruhan sistem cartridge.

      3. Propelant
      Sebagai sumber bahan bakar gas pendorong. Teknologi awal yang diterapkan pada senjata api, umumnya memakai bubuk mesiu hitam (black powder) yang menghasilkan sisa pembakaran 55% gas dan 45% asap.

      Namun semenjak ditemukannya komposisi bubuk mesiu yang hampir keseluruhan residunya adalah gas minus asap (smokeless powder) oleh Paul Vieille pada tahun 1884, mesiu hitam sudah tidak digunakan lagi.

      Kandungan senyawa dalam propelant yang dikenal dengan sebutan Primex ini adalah :

      0-40% nitroglycerin,
      0-10% dibutyl phthalate,
      0-10% polyester adipate,
      0-5% rosin,
      0-5% ethyl acetate,
      0.3-1.5% diphenylamine,
      0-1.5% N-nitrosodiphenylamine,
      0-1.5% 2-nitrodiphenylamine,
      0-1.5% potassium nitrate,
      0-1.5% potassium sulfate,
      0-1.5% tin dioxide,
      0.02-1% graphite,
      0-1% calcium carbonate,
      dan sisanya adalah nitrocellulose

      4. Percussion cap atau umum disebut Primer
      Senyawa logam yang sangat sensitif memantikkan api bila terkena hentakan. Komposisinya adalah Timah azide dan Potasium klorat yang ditanam dalam perunggu.

      Saat pelatuk ditekan, hammer akan terangkat ke belakang. Pegas yang ditanam pada gagang pistol, kemudian mendorong hammer ke depan dan menghantam primer.


      Hantaman dari hammer tadi memantikkan api pada primer, hingga memancing ledakan gas yang mampat akibat terbakarnya mesiu di dalam cartridge. Gas bertekanan tinggi inilah yang kemudian mendesak peluru terlepas dari selongsong dan melesat melewati laras senjata.

      Meskipun terkesan sederhana, dibutuhkan presisi yang amat tinggi dalam merakit senjata ini. Kesalahan kecil saja dapat mengakibatkan kecelakaan fatal.


      Sumber:
      http://www.kaskus.co.id/thread/50c98442e474b4e43f000014/proses-pembuatan-pistol-revolver/

      Proses Pembuatan Ban Mobil

      Ban adalah peranti yang menutupi velg suatu roda. Ban adalah bagian penting dari kendaraan darat, dan digunakan untuk mengurangi getaran yang disebabkan ketidakteraturan permukaan jalan, melindungi roda dari aus dan kerusakan, serta memberikan kestabilan antara kendaraan dan tanah untuk meningkatkan percepatan dan mempermudah pergerakan.


      Pada tahun 1839, Charles Goodyear berhasil menemukan teknik vulkanisasi karet. Vulkanisasi sendiri berasal dari kata Vulkan yang merupakan dewa api dalam agama orang romawi. Pada mulanya Goodyear tidak menamakan penemuannya itu dengan nama vulkanisasi melainkan karet tahan api. Untuk menghargai jasanya, nama Goodyear diabadikan sebagai nama perusahaan karet terkenal di Amerika Serikat yaitu Goodyear Tire and Rubber company yang didirikan oleh Frank Seiberling pada tahun 1898. Goodyear Tire & Rubber Company mulai berdiri di tahun 1898 ketika Frank Seiberling membeli pabrik pertama perusahaan ini dengan menggunakan uang yang dia pinjam dari salah seorang iparnya.



      Pada tahun 1845 Thomson dan Dunlop menciptakan ban atau pada waktu itu disebut ban hidup alias ban berongga udara. Sehingga Thomson dan Dunlop disebut Bapak Ban. Dengan perkembangan teknologi Charles Kingston Welch menemukan ban dalam, sementara William Erskine Bartlett menemukan ban luar.



      Ban Biasa:
      Ban dengan struktur bias adalah yang paling banyak dipakai. Dibuat dari banyak lembar cord yang digunakan sebagai rangka dari ban. Cord ditenun dengan cara zig-zag membentuk sudut 40 sampai 65 derajat sudut terhadap keliling lingkaran ban.
      Ban Radial:
      Untuk ban radial, konstruksi carcass cord membentuk sudut 90 derajat sudut terhadap keliling lingkaran ban. Jadi dilihat dari samping konstruksi cord adalah dalam arah radial terhadap pusat atau crown dari ban. Bagian dari ban berhubungan langsung dengan permukaan jalan diperkuat oleh semacam sabuk pengikat yang dinamakan "Breaker" atau "Belt". Ban jenis ini hanya menderita sedikit deformasi dalam bentuknya dari gaya sentrifugal, walaupun pada kecepatan tinggi. Ban radial ini juga mempunyai "Rolling Resistance" yang kecil.
      Ban Tubeless:
      Ban Tubeless adalah ban yang dirancang tanpa mempunyai ban dalam. Ban tubeless in diciptakan sekitar tahun 1990



      # Tread adalah bagian telapak ban yang berfungsi untuk melindungi ban dari benturan, tusukan obyek dari luar yang dapat berusak ban. Tread dibuat banyak pola yang disebut Pattern.
      # Breaker dan Belt adalah bagian lapisan benang (pada ban biasa terbuat dari tekstil, sedangkan pada ban radial terbuat dari kawat) yang diletakkan diantara tread dan casing. Berfungsi untuk melindungi serta meredam benturan yang terjadi pada Tread agar tidak langsung diserap oleh Casing.
      # Casing adalah lapisan benang pembentuk ban dan merupakan rangka dari ban yang menampung udara bertekanan tinggi agar dapat menyangga ban.
      # Bead adalah bundelan kawat yang disatukan oleh karet yang keras dan berfungsi seperti angkur yang melekat pada Pelek






      Ukuran ban



      Kode ban
      Dimensi atau ukuran sebuah ban dapat dinyatakan sebagai berikut: " 205 / 55 /ZR16 "



      Keterangan dimensi atau ukuran ban tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut:



      205 : Lebar telapak ban (mm)
      55 : aspek ratio untuk ketebalan ban (%) dari lebar telapak ban
      ZR : kode limit kecepatan
      16 : diameter velg ( inch )



      Berikut adalah foto proses pembuatan ban



      Pada setiap tahap produksi, kontrol komputer memainkan peran yang signifikan terhadap proses produksi. Dari langkah pertama produksi kompon karet, hampir semua proses ini dioperasikan secara elektronik. 



      Komponen dari ban (karet alam dan karet sintetis, karbon dan belerang) akan secara ketat ditentukan takarannya, agar selanjutnya bisa masuk ke mesin mixer karet. Pada saat pencampuran dilakukan secara bertahap, dalam hal ini kompon karet siap pakai masuk ke mesin lagi.



      Bahan menjalani kontrol kualitas, jika lulus tes, maka akan di bawa ke gudang. Kemudian dilanjutkan ke tahap produksi, seperti tali karet berlapis, lapisan kedap udara, breaker, bagian samping dan pelindung 



      Ini pembuatan kabel berlapis karet dibutuhkan mesin khusus. Cara kerjanya seperti alat tenun. Kabel pergi ke extruder khusus, di mana ia ditekan menjadi lembaran karet khusus. Kemudian akan dipotong untuk mendapatkan bentuk tertentu. 
      Bahan ini sangat lengket, dan untuk menghindari penggumpalan permukaan bahan satu dengan yang lainnya, maka bahan digulung dengan memakai lapisan di setiap sekatnya 



      berbagai jenis gasket karet 






      bahan yang sudah siap untuk dijadikan ban 



      Perakitan Ban






      Perakitan ban dilaksanakan pada mesin yang dioperasikan oleh dua orang. Satu menyisipkan kelos dengan komponen-komponen ke dalam mesin dan yang lainnya menutup cincin. Mesin mengerjakan sisanya dengan sendirinya. Sesekali pekerja memeriksa apakah ada yang cacat?



      Kemudian ban ini akan masuk ke tahap vulkanisasi 






      Ini adalah tempat vulkasnisasi ban, disini, ban terkena uap panas, aditif karbon Karet dan minyak "dipanggang" menjadi satu kesatuan yang koheren, disini juga ban mulai dicetak bentuk bannya, dan nama merk. 






      cetakan ban 






      ban-ban yang sudah siap untuk "dimasak" 






      pekerjaannya sangat cepat dilakukan 






      di tempat ini sangat bau karet, dan panas karena banyaknya uap panas 






      ban dimasukkan ke tempat "memasak" 






      ban yang sudah dimasak, sudah kelihatan kan bentuk dan pola bannya 






      ban yang sudah jadi didinginkan dulu, sebelum melakukan pengetesan 




      ban yang sudah siap untuk dites, ban harus dites terlebih dahulu sebelum dikirim ke konsumen 

      Setelah berakhirnya proses produksi selanjutnya adalah pengetesan. Roda berputar di tengah, dengan kecepatan yang konstan sebesar 340 km / jam, sebenarnya kecepatannya tergantung jenis bannya itu sendiri. Jadi ada gesekan ban di roda sehingga seperti simulasi saat anda berkendara 

      Sumber:
      http://putrasaimima.blogspot.co.id/2011/04/proses-pembuatan-ban-mobil.html

      Jenis-Jenis Lensa Kamera DSLR dan Fungsinya

      Jenis-Jenis Lensa Kamera DSLR Dan Fungsinya. Hal yang wajib betul harus dipahami oleh para pecinta fotografi khususnya para fotografi yang ingin menjadi profesional di dunia fotografi ini. Kenapa wajib ? Karena setiap lensa kamera itu berbeda-beda fungsinya. Dan tentunya setiap lensa tersebut akan menghasilkan gambar yang berbeda. Bukan itu saja, memahami setiap fungsi dari macam-macam jenis kamera dslr ini akan membuat kita lebih tau bagaimana menghasilkan objek yang benar-benar sesuai dengan yang kita harapkan. Meskipun tidak ada rumus pasti mengenai seni, khususnya seni fotografi ini tetapi setiap gambar yang kita hasilkan dengan berbagai macam jenis lensa akan membuat gambar kita terlihat lebih baik jika kita menggunakan lensa kamera yang tepat.
      Jenis-jenis lensa kamera dslr
      info-dlr.blogspot.com

      Tetapi kita tidak harus memiliki semua jenis lensa kamera ini, kecuali kita benar-benar membutuhkan semuanya. Apalagi jika budget kita tipis, kita tidak perlu memaksakan untuk beli lensa ini beli lensa itu. Kita hanya perlu memilih salah satu dari sekian jenis lensa yang benar-benar kita butuhkan dan kita inginkan.

      Saya dan teman-teman saya mengakali hal ini dengan cara membuat tim fotografi dan setiap orang memiliki lensa yang berbeda-beda, jadi kita bisa saling bertukar lensa dengan teman-teman lainnya ( Kamera harus 1 merk ).

      Nah dibawah ini akan saya jelaskan beberapa jenis lensa DLSR/SLR beserta fungsinya :

      1. LENSA KIT / LENSA NORMAL
      Lensa ini memiliki ukuran 50-55mm. Lensa ini menghasilkan gambar dengan karakter normal/natural, seperti apa yang dilihat oleh mata kita. 
      Lensa KIT / Lensa NORMAL
      Lensa KIT / Lensa NORMAL
      Lensa ini berfungsi memetakan citra yang yang terlihat seperti perspektif pandang normal mata manusia. Hal ini didapat karena panjang fokus lensa sebanding dengan jarak diagonal bidang fokal dengan sudut pandang diagonal sekitar 53 derajat.

      2. LENSA FIXED / LENSA TETAP
      Apa itu lensa Fixed? Lensa Fixed juga sering disebut Lensa Prime karena dalam istilah lensa Prime adalah lawan kata dari Zoom. Lensa Fixed/Prime adalah lensa yang memiliki satu focal length  tunggal/panjang fokus tunggal. Lensa ini memiliki nilai lebih pada ketajaman gambar yang dihasilkannya. 
      Contoh lensa Fixed/Prime adalah lensa Nikon 35mm f/1.4G, Canon 50mm f/1.8, dll.

      Lensa Fixed/Prime
      Lensa Fixed/Prime
      Dari segi harga lensa Fixed/Prime lebih terjangkau karena lensa jenis satu ini memiliki konstruksi dan mekanisme yang lebih simple dibandingkan lensa lainnya. 
      Salah satu keunikan yang paling diminati dari lensa ini adalah kualitas bokeh yang dihasilkan sangat bagus.

      3. LENSA FISH EYE / LENSA MATA IKAN
      Kenapa dinamakan lensa mata ikan? Mungkin karena gambar yang dihasilkan oleh lensa ini berbentuk seperti pandangan mata ikan. Lensa ini merupakan lensa jenis Wide Angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm. Lensa Fish Eye ini memberikan kepada kita pandangan sebesar 180 derajat.
      Lensa Fisheye
      Lensa Fisheye
      Gambar yang dihasilkan dari lensa ini akan berbentuk sedikit melengkung, menjadi lebih oval dan nampak seperti gepeng.

      Lensa Fish Eye adalah lensa sudut lebar dengan sudut pandang hemisoeris yang sangat lebar. Sebenarnya lensa ini pertama kali di design untuk kepentingan meteorologi untuk mempelajari barisan awan dan pertama kali di namakan "whole-sky lenses", lensa ini kemudian menjadi semakin populer pada para pecinta fotografi karena distorsi citranya yang khas.

      4. LENSA AMBIGUITAS / PRIME LENS

      Lensa ini pada awalnya mempunyai arti lensa utama pada sebuah kombinasi sistem lensa. Ketika sebuah lensa digunakan misalnya dengan telekonverter, maka lensa tersebut sering disebut dengan prime lens yang berarti lensa yang utama, sedangkan teleconverter sebagai komponen tambahan saja.

       
      Lensa Prime
      Lensa Prime
      Kebanyakan para pabrikan lensa masih memasarkan produk lensa variabel mereka dengan istilah variable prime sehingga seakan menimbulkan kesan prduk tersebut berupa lensa parfokal.

      5. LENSA PARFOKAL
      Lensa Parfocal
      Lensa Parfocal
      Lensa Parfokal adalah lensa yang mempunyai fungsi mempertahankan ketajaman bidang fokusnya walaupun terjadi perubahan pada panjang fokus lensa.

      6. LENSA ZOOM
      Lensa Zoom adalah lensa yang terdiri dari gabungan lensa standar, lensa wide angle dan lensa tele. Lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range/jangkauan lensa yang cukup lebar. Lensa zoom terbilang sering digunakan karena pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai yang dibutuhkannya.
      Lensa Zoom
      Lensa Zoom
      Dengan kata lain lensa Zoom meruapakan lensa yang tidak dapat mempertahankan bidang fokus pada saat terjadi perubahan panjang fokus karena posisi bidang fokal juga ikut tergeser, sehingga diperlukan pemfokusan ulang setiap terjadi perubahan pada panjang fokus.

      Pada lensa ini panjang fokus dari lensa variabel tidak tunggal, tetapi dapat diubah-ubah pada rentang tertentu dari nilai minimum ke nilai maksimumnya.

      7. LENSA TELE

      Lensa Tele adalah merupakan kebalikan dari lensa Wide Angle. Lensa ini berfungsi mendekatkan subjek, namun akan mempersepit sudut pandang. Lensa dengan ukuran 70 mm ke atas bisa dikategorikan kedalam lensa jenis ini. 

      Lensa Tele
      Lensa Tele
      Hasil gambar dari penggunaan lensa ini akan membuat pengaburan pada pandangan sekitarnya karena sudut pandangnya yang sempit. Lensa ini lebih sering digunakan oleh para fotografer untuk mengambil gambar jarak jauhn, seperti foto landscape ataupun candid.

      8. LENSA WIDE ANGLE

      Nah ini dia jenis lensa yang paling saya sukai. Lensa Wide ANgle berguna untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang yang sempit. Ciri khas dari lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil dari ukuran sebenarnya, Dengan lensa jenis ini, kita dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan dengan lensa kit (standar). Semakin pendek jarak fokusnya maka semakin lebar pandangannya. Lensa ini memiliki panjang fokus lebih pendek daripada lensa normal, sesuai dengan ukuran bingkai citra pada bidang film pada kamera film, maupun dimensi sensor foto pada bidang fokal pada kamera digital.
      Lensa Wide Angle
      Lensa Wide Angle
      Ukuran dari lensa Wide Angle sendiri sangat beragam mulai dari ukuran 17 mm, 24 mm, 28 mm bahkan 35 mm.

      9. LENSA MAKRO

      Lensa Makro adalah lensa yang dirancang khusus untuk memotret dari jarak dekat. Dengan lensa ini kita dapat mengambil subjek yang berukuran sangat kecil misalnya semut, kita akan dapat menghasilkan gambar semut yang begitu bagus dengan detail gambar yang begitu menawan.

      Lensa Makro
      Lensa Makro



      Nah itulah beberapa jenis lensa dari kamera dslr/slr yang dapat saya sampaikan. Jika ada informasi yang salah silahkan komentar dibawah, karena saya juga masih belajar dalam dunia fotografi yang terus berkembang ini.

      Sumber
      http://info-dslr.blogspot.co.id/2015/08/jenis-jenis-lensa-kamera-dslr-dan.html